Tersebut Faktor Pemicu Pubertas Dini dalam Anak

Tersebut Faktor Pemicu Pubertas Dini dalam Anak

Tersebut Faktor Pemicu Pubertas Dini dalam Anak

Mengalami menstruasi lebih segera dari usia sebenarnya menjadi tanda si anak mengalami pubertas pra. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM –┬áBu, kok ini aku berdarah ya?

Perkara semacam itu tentu akan dihadapi setiap ibu yang memiliki budak perempuan. Mengalami menstruasi lebih cepat dari usia sebenarnya menjadi isyarat si anak mengalami pubertas pra.

Pubertas tentu sebuah proses alami yang dirasakan di setiap orang.

Normalnya seorang anak perempuan baru mengalami pubertas di usia 15-16 tahun, tetapi kini pergeseran menunjukkan banyak bujang perempuan yang sudah mengalami pubertas di usia dini yaitu 8-9 tahun.

Faktor yang paling mendasari adalah perubahan gaya hidup masyarakat, pencemaran lingkungan tenggat faktor sosial atau pergaulan.

Ahli Obstetri dan Ginekologi Dr. Varna Venugopal Rao melahirkan beberapa faktor yang memicu masa remaja dini.

Diantaranya, obesitas karena kebiasaan makan makanan tidak sehat yang sudah menjadi corak hidup, tingkat stres yang tinggi di masa kecil seperti menjalani konflik di keluarga atau sekelilingnya juga bisa memicu pubertas dini.

Selain itu, bagaikan dilansir Timesofindia, faktor lain dengan memicu pubertas dini adalah penerapan bahan kimia sintetis dalam plastik, diet kedelai saat kehamilan serta menyusui yang menyebabkan paparan phytoestrogen mempengaruhi tahap pembentukan janin & mempengaruhi perkembangan masa depan bani.

Fenomena tersebut rupanya sudah dianggap menjadi sebuah tren. Bahkan, ahli mengungkapkan jarang sekali orang tua yang berkonsultasi ke dokter perihal pubertas dini pada bani mereka.

Untuk menunda pubertas dini, berikut beberapa jalan yang disarankan ahli:

– Memberikan ASI pada budak sejak lahir.

berantakan Hindari makanan non kedelai yang difermentasikan saat ibu hamil. Sepatutnya, konsumsi produk makanan organik, sasaran segar atau mentah. Mengapa demikian, karena makanan olahan merupakan sumber utama terbuat dari kedelai dan bahan kimia.

– Simpan sasaran dan minuman dalam wadah berbahan gelas bukan plastik. Hindari penerapan bungkus plastik dan kaleng makanan (yang sering dikaitkan dengan BPA dan phthalates ).

– Hindari konsumsi susu dan produk susu lainnya yang mengandung rekombinan bovine yaitu hormon pertumbuhan rekayasa genetika.

– Pastikan bahwa mainan bayi Anda adalah BPA free .

Rekomendasi