Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Itu Jumat 11 September 2020

Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Itu Jumat 11 September 2020

Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Itu Jumat 11 September 2020

TABLOIDBINTANG. COM –┬áSinopsis Istri Kedua SCTV Hari Itu Jumat 11 September 2020

Angga buru-buru keluar lantaran mobil dan menghampiri mobil Arsa. Melihat ternyata Angga yang sampai, Arsa, Shakila, dan Ilham kendati keluar. Arsa langsung marah-marah karena apa yang dilakukan Angga.

Dalam perjalanan, Shakila minta Arsa jangan terlalu berlebihan secara Angga. Dia kan hanya mau membantu kita, kenapa malah diancam enggak bisa ketemu Zidan seluruh? Ilham juga minta hal yang serupa.

Tidak lama kemudian, Arsa, Shakila, dan Ilham sampai di rumah kecil. Mereka buru-buru masuk ke RS sambil Shakila menelepon Maya untuk tanya di mana ruangan Nasya. Mereka pun langsung menuju ruangan Nasya berada.

Petunjuk dapat kabar dari anak buahnya yang sedang mengerjakan proyek onkologi kalau klinik itu lagi ada masalah. Ada beberapa warga yang mengamuk dan mengaku mempunyai sah atas tanah tempat klinik itu.

Sandra terkejut zaman Ilham menceritakan semua yang sebetulnya disampaikan. Sandra menenangkan Ilham dan bilang kalau sebagai orang yang bertanggung jawab terkait legal klinik itu dia akan coba atasi masalah itu.

Shakila tanya kenapa Nasya bisa datang panas tinggi? Nasya tadi sajian apa? Shakila yang panik tetap bertanya-tanya pada Nasya, tapi tiba-tiba dia tercekat saat Nasya mengabung pertanyaan.

Sesampainya di rumah, Maya langsung pamit kembali. Ilham langsung mendapat telpon lantaran seseorang. Sementara Arsa kembali menggendong Nasya yang tertidur sampai ke kamarnya. Shakila ikut menemani Arsa.

Diam-diam Angga terus membuntuti Sandra. Ternyata Sandra lari ke RS klinik yang anyar dibangun. Di sana sudah tersedia beberapa ahli waris/warga dan selalu ada media. Sandra coba mengakhiri masalah.

Di bagian lain klinik, setelah warga kabur. Sandra berterimakasih pada Angga sebab telah membantunya. Tapi soal urusan Dewi, Sandra masih belum mampu menerima Angga memperlakukan Dewi seperti itu, tidak dipedulikan.