Seleksi Mengakui atau Merahasiakan Perselingkuhan Kamu?

Seleksi Mengakui atau Merahasiakan Perselingkuhan Kamu?

Seleksi Mengakui atau Merahasiakan Perselingkuhan Kamu?

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM –┬áDalam salah kepala adegan film Mr. & Mrs. Smith yang dibintangi Brad Pitt dan Angelina Jolie, pasangan suami pedusi itu duduk di hadapan penasihat perkawinan, mengutarakan masalah mereka. Mereka mengemukakan masalah yang dihadapi dengan kepala dingin dan kelihatan hening. Tapi hal itu berbeda dengan apa yang terjadi di pulih pintu terapis atau konselor perkawinan tadi. Ada saat-saat mereka bertengkar. Kadang si suami mengungkapkan kritikannya atas perlakuan sang istri. Sementara si istri tak banyak cakap, sampai kemudian menjatuhkan berita mengejutkan, bahwa ia berselingkuh.

Sang suami tentu saja terjaga. Dan selagi mereka membahas penyungguhan istrinya, pasangan ini mulai kata lebih terbuka ketimbang yang selama ini mereka lakukan. Pengakuan pedusi, menurut banyak peneliti perkawinan, malah bisa menjadi penyelamat perkawinan mereka. Mengapa?

Suami hidup yang bermasalah dengan keterlibatan orang ketiga, mungkin akan mendapat penuh manfaat dari sesi terapi secara konselor perkawinan. Asalkan pasangan yang berselingkuh mengakuinya, baik sebelum maupun selama terapi berlangsung. Dalam pengkajian yang baru-baru ini dilakukan menghantam terapi perkawinan, lelaki dan rani yang berselingkuh dan merahasiakannya sebab pasangan -tapi mungkin saja mengakuinya saat mengisi kuesioner tanpa nama-gagal membuat kemajuan setelah berbulan-bulan menjalani konseling. “Hasilnya akan mengecewakan, ” cetus David Atkins, profesor dalam Fuller School of Psychology, California.

Pada beberapa kasus, terapi barangkali tak berhasil karena salah mulia pasangan tidak memiliki komitmen dengan kuat untuk menyelesaikan masalah, apalagi menjalani prosesnya dengan sepenuh sebal. Bahkan jika perselingkuhan ini sudah berakhir pun, merahasiakannya berarti menganjurkan indikasi kurangnya rasa percaya & keterbukaan yang terus terjadi di antara mereka.

(Depositphotos)

Sedikitnya 25 obat jerih lelaki dan 15 persen rani pernah berselingkuh, itu menurut data yang dikutip majalah Psychology Today, edisi September/Oktober 2005. Kendati pengkajian Atkins yang diterbitkan Journal of Consulting and Clinical Psychology sedang terlalu dini untuk menarik kesimpulan secara lebih besar, bisa dibilang penelitian inilah yang pertama kali menyebutkan pentingnya pengakuan dari dengan bersangkutan. Dan hal ini memicu debat berkepanjangan di kalangan terapis. Apakah pengakuan (punya WIL ataupun PIL) menjadi satu-satunya cara menyelamatkan perkawinan?

Psikiater pokok Atlanta Frank Pittman, yang pula menulis buku Private Lies, punya pendapat sendiri yang tak terpengaruh hasil penelitian Atkins. “Sangatlah suram untuk menyelamatkan perkawinan di era satu pihak berusaha menyembunyikan PIL/WIL di bawah tempat tidurnya, ” tegas Pittman. Si pelaku serong tak bisa ikut serta sepenuhnya dalam menyelamatkan perkawinan selagi menahan (baca: merahasiakan) informasi yang dia yakini berbahaya jika ketahuan pasangannya.

Pittman mengungkapkan kaum pengecualian pada aturan pengakuan punya selingkuh. “Istri selingkuh yang dikonfrontasi pada malam hari oleh suami yang mabuk dengan senjata obor, mungkin saja malah berdusta, ” katanya. Tak mungkin ia mengaku secara jujur, malah runyam nantinya. Pittman skeptis terhadap orang dengan memilih untuk tidak merasa perlu mengetahui perselingkuhan pasangannya. Mungkin maksudnya untuk tidak tersakiti akibat perangai pasangannya, tetapi mereka kehilangan jalan untuk membuka diskusi secara terbuka. Psikolog Janis A. Spring, setia After the Affair, juga menanggapi apa yang dikemukakan Atkins. Beberapa orang memang sebaiknya tidak terang apakah pasangannya (pernah) selingkuh. Pengesahan mungkin saja memicu perasaan tak aman dalam pasangan yang pernah punya masalah emosional di era lalu.

Menurut Spring, keuntungan dari pengakuan yang jujur ini hasilnya sangat bervariasi di dalam beberapa pasangan. Dari pengalamannya jadi psikolog yang mendalami soal pernikahan, Spring banyak mengetahui pasangan senang yang salah satunya merahasiakan barang apa yang pernah terjadi. “Apa dengan paling penting adalah pasangan yang berselingkuh menyatakan alasan mengapa dia melakukannya, ” tegas Spring. Jika suami yang selingkuh menyukai keterbukaan dan bisa menampilkan kelemahan dirinya di hadapan WIL-nya, misalnya, cobalah si suami membawa kualitas dirinya yang seperti ini di aliran istrinya yang sah.

Namun sepandai-pandainya menutupi, bau rongsok suatu saat akan terungkap. Begitu pula halnya dengan perselingkuhan. Beberapa terapis seperti psikolog (alm) Shirley Glass, pionir yang pertama kali meneliti soal perselingkuhan, meyakini kalau perkawinan akan lebih baik sesudah pengakuan yang jujur secara manasuka ketimbang setelah tertangkap basah mengabulkan perselingkuhan. Jadi lebih baik benar mengakuinya ketimbang ketahuan lebih dulu. Pada sebagian kasus lain, ada kemungkinan munculnya masalah medis. Pengkhianatan bisa menempatkan pasangan sah Anda ke dalam bahaya penyakit seksual menular.

Kapan jiwa pasangan yang berselingkuh mengakui perbuatannya. Para pakar menganjurkan untuk berdiskusi secara terbuka dan dengan kepala dingin. Memang tidak mudah, akan tetapi layak dilakukan mengingat bisa menyelamatkan perkawinan Anda.

Rekomendasi