Sakit Pada Ulu Hati Bisa Maka Pertanda Penyakit Serius Ini

Sakit Pada Ulu Hati Bisa Maka Pertanda Penyakit Serius Ini

Sakit Pada Ulu Hati Bisa Maka Pertanda Penyakit Serius Ini

Lazimnya, gejala penyakit jantung ditandai dengan nyeri dada. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Biasanya, petunjuk penyakit jantung ditandai dengan sakit dada. Namun ternyata ada petunjuk lain yang tidak khas menyerupai gejala maag seperti mual, muntah, dan nyeri. Jangan sampai lupa, ada cara untuk membedakannya.

Kenali Faktor Risikonya

Penyakit dalaman menjadi penyebab kematian nomor utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal itu dibenarkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Johan Winata, Sp. JP(K). FIHA. Yang lebih mengkhawatirkan, 22 persen penderitanya berusia 15 datang 35 tahun.

Menurut dr. Johan, angka kematian mendadak akibat keburukan jantung koroner dalam 10 tarikh belakangan terus merangkak naik meski penyebab utamanya tetap karena aritmia atau gangguan irama jantung. Aib jantung koroner sendiri disebabkan sebab penyumbatan akibat perlemakan pada pembuluh darah yang bahkan dapat berlaku sejak seseorang berusia 10 tarikh.

“Namun progresivitas perlemakan di pembuluh darah setiap orang berbeda. Orang dengan riwayat puak memiliki penyakit jantung, gula pembawaan tinggi, dan perokok memiliki risiko tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Gaya hidup tak sehat serta kurang aktivitas kemudian turut memicu penumpukan lemak serta kolestrol sundal atau LDL, ” terangnya.

Gejala Tidak Khas

Sayangnya, karena ketidaktahuan banyak yang baru mengetahui dirinya terkena penyakit jantung masa telah mengalami nyeri di periode dada. “Tujuh puluh persen orang dengan penyakit jantung koroner mempunyai gejala nyeri dada yang khas yakni nyeri yang timbul pada belakang tulang dada atau bertambah ke kiri sedikit. Terkadang nyerinya bisa menjalar ke lengan kiri, menembus ke belakang hingga menjalar ke bagian leher, ” sokong tahu dr. Johan.

Ditambahkan, nyeri dada karena dalaman koroner bisa berbeda intensitas nyerinya, bergantung dari penyebabnya. “Nyeri depan akibat penyempitan pembuluh darah lazimnya lebih ringan intensitas nyerinya dibanding nyeri dada karena serangan jantung akibat robeknya pembuluh darah. Kalau karena serangan jantung biasanya disertai gejala keringat dingin dan bangkit atau nyeri di ulu miring. Nyerinya pun sangat intens dan enggak akan hilang dengan cuma istirahat, ” paparnya.

Masalahnya tak semua penderita penyakit jantung akan mengalami nyeri dada. “Tiga puluh persen penderita malah mengalami gejala penyakit jantung yang tidak khas seperti nyeri pada bagian dada sebelah kanan, rahang, gigi hingga ujung-ujung jari. Belum lagi nyeri pada ulu hati, mual dan muntah yang serupa pertanda penyakit jantung, memiliki isyarat yang serupa dengan penyakit maag. Alhasil, terkadang ada misdiagnosis antara penyakit maag dan penyakit jantung karena gejalanya mirip serta tingkat intensitas nyerinya sama, ” terangnya.

Membedakannya menurut dr. Johan mudah. “Meski nyerinya mirip, tetap ada perbedaannya. Jika nyeri yang terjadi disertai dengan isyarat mulut yang terasa pahit oleh karena itu pertanda bahwa asam besar naik. Kalau nyeri karena maag biasanya muncul ketika seseorang telat makan. Namun jika nyeri dengan dirasakan sangat intens kemudian tak hilang bahkan ketika beristirahat oleh karena itu patut diwaspadai bahwa itu isyarat penyakit jantung, ” jelas dr. Johan.

Ada jalan lain yang lebih mudah. “Memang ada beberapa orang yang enggak punya gejala nyeri. Namun faktual tetap ada tandanya. Misalnya karakter itu dulu bisa lari 1 km kemudian sekarang lari 800 meter saja sudah enggak kuat. Selain itu, setiap berolahraga, terjadi nyeri biasanya di rahang atau gigi. Itu bisa menjadi petunjuk penyakit jantung. ” Anda yang mengalami tanda-tanda demikian, terlebih mempunyai sejumlah faktor risiko, dr. Johan menganjurkan untuk segera ke dokter. J Agestia/ Foto dokter: Agestia Jatilarasati

Rekomendasi