Masa Lockdown, Shaheer Sheikh Mengenang Agaknya Jadi Perempuan di Serial Mahabharata

Masa Lockdown, Shaheer Sheikh Mengenang Agaknya Jadi Perempuan di Serial Mahabharata

Masa Lockdown, Shaheer Sheikh Mengenang Agaknya Jadi Perempuan di Serial Mahabharata

TABLOIDBINTANG. COM – style=”margin-bottom:. 0001pt; text-align: justify”> Terkarantina di rumah selama lockdown, mendirikan kita banyak mengenang masa lulus. Termasuk Shaheer Sheikh, yang telah 3 bulan menghabiskan waktu dalam rumah. Selain bersih-bersih rumah, memasak, diakui Shaheer ia jadi kerap terkenang kembali akan serial fenomenalnya, Mahabharata . Makin, di India serial ini diputar lagi selama pandemi dan mengambil rating nomor satu. Tak dimungkiri Mahabharata membuat namanya melejit. Di Nusantara sendiri tayang tahun 2014 & menjadi hits, yang tak terlupakan.

(Dok: SENO/ Peran Arjuna melambungkan Shaheer Sheikh

Perannya sebagai Arjuna, membawanya ke Nusantara dan menjadi sangat populer. Tapi kalau Anda ingat, ada lupa satu bagian di serial Mahabharata , di mana dia juga memerankan sosok rani bernama Brihanala. Di situ sang Arjuna menyamar menjadi perempuan. Ya, Shaheer didandani cukup feminim, menggunakan makeup, sari, dan aksesori perempuan. Potret kenangan dirinya sebagai rani ini sempat ia unggah di Instagramnya.

Shaheer saat memerankan Brihanala di Mahabharata

“Ya, jadi pandemi ini juga membawa kita kembali mengenang memori dengan lalu. Jadi melihat foto-foto sedang. Saya terkenang akan Mahabharata. Awut-awutan juga Cinta pada Langit Taj Mahal . Dengan jalan apa itu semua bermula. Mahabharata mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat, punya puak baru. Kebersamaan itu tidak terlupakan. Kami menghabiskan waktu bersama dekat 24 jam selama syuting Mahabharata. Dan sejak itu kami kerap pergi bareng, hang out bareng, ” papar Shaheer Sheikh.

Salah utama yang unik dari Mahabharata adalah kala ia juga harus memerankan tipu perempuan bernama Brihanala. “Ini kemahiran yang luar biasa. Ternyata oleh sebab itu perempuan itu enggak mudah. Baru, saya harus didandani selama dua jam. Dan ketika saya telah berpenampilan layaknya perempuan, orang menentang saya dengan tatapan yang berbeda, ” cerita Shaheer.

Tatapan itu, tatapan yang kalau diterjemahkan dalam kata-kata, bisa berbunyi demikian, “Kamu pas cantik sebagai seorang perempuan. ” Ini bikin Shaheer jadi terang, wah jadi perempuan itu penuh persiapannya. “Jadi saya tahu, gimana rasanya jadi perempuan. Dan apa yang mereka rasakan ketika orang memperhatikan mereka, atau berkomentar tempat penampilan mereka, ” ungkap Shaheer Sheikh.

(val)