Kiat Menyiasati Masalah Usia Saat Mau Mencari Pekerjaan

Kiat Menyiasati Masalah Usia Saat Mau Mencari Pekerjaan

Kiat Menyiasati Masalah Usia Saat Mau Mencari Pekerjaan

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Banyaknya angka pencari kerja saat itu membuat pemilik usaha menyiasati perekrutan karyawan dengan mencantumkan batas leler sebagai syarat.

Dalam satu sisi, aturan tersebut menguntungkan bagi para calon pekerja muda. Namun di sisi lain, menjelma kabar duka bagi para calon pekerja yang telah memasuki piawai ‘matang’.

Diskriminasi piawai dalam mencari pekerjaan meski tidak lah adil tetapi itu kenyataan yang harus dihadapi. Menurut pelatih penghidupan sekaligus pendiri situs karier Dear People Ops, Lydia D. Bowers, banyak pertimbangan yang diberlakukan kongsi ketika merekrut karyawan yang sudah berumur.

Pertama, perekrut akan memerhatikan seberapa berpengalaman sang pelamar. Artinya usia pelamar akan diketahui masa pelamar menyebut seberapa lama ia bekerja.

“Kandidat yang sangat memenuhi kualifikasi biasanya akan meminta gaji yang lebih mulia dibanding yang ditawarkan perusahaan. Inilah yang perusahaan khawatirkan, ” ujar Lydia.

Selain masalah gaji, pekerja di atas piawai 35 tahun dianggap akan pengganggu beradaptasi atau kurang bisa bergaul dengan lingkungan kerja yang segar sehingga bisa membuat suasana kegiatan menjadi canggung.

“Ada pula anggapan orang yang berusia matang memiliki teknofobia (ketakutan mau teknologi). Mengingat lingkungan pekerjaan saat ini menuntut para pekerja untuk melek teknologi maka usia dianggap mencerminkan kemampuan seseorang dalam menguasai teknologi. Semakin tua usianya, dirinya semakin gagap teknologi, ” tambahan Lydia.

Rekomendasi