Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan

Ketika Cinta Terhalang Perbedaan Keyakinan

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Katanya cinta tak mengenal perbedaan. Namun nyatanya perbedaan keyakinan seringkali menjadi kendala di sedang dua orang yang saling mencintai. Ketika cinta terhalang perbedaan agama, apa yang sebaiknya kita kerjakan? Haruskah tetap melangkah dengan memperlawankan dan segala risiko yang tersedia atau terpaksa menyudahinya?

Pahami Konsekuensinya
Situasi ini bisa terjadi di dalam siapa saja. Termasuk Anda & pasangan. Di kalangan seleb, sebut saja pasangan artis Ari Sihasale – Nia Zulkarnaen, Rio Febrian – Sabria Kono dan yang terbaru Dimas Anggara – Nadine Chandrawinata, menjalani hubungan beda agama. Meski mereka menikah dengan anutan masing-masing dan berjalan baik-baik saja hingga hari ini, beberapa karakter tetap menganggap jalinan kasih antara dua orang yang berbeda keyakinan berisiko.

Psikolog sebab International Wellbeing Center, Jakarta, Tiara Puspita, M. Psi mengatakan, dalam dasarnya hubungan lintas agama sungguh lebih rumit. Dua insan dengan akan menjalani hubungan berbeda keyakinan harus mengerti benar konsekuensi dengan akan dihadapi, seperti soal memperlawankan nilai, kebudayaan, kemungkinan pertentangan daripada lingkungan terdekat, sampai isu perkara perpindahan agama. Ini bisa menjadi tarik ulur yang panjang.

“Kita perlu memahami dan mendiskusikan soal konsekuensi hubungan dengan akan dijalani bahkan sebelum melakukan hubungan. Tujuannya, untuk saling memahami arah dan ekspektasi dari kedua belah pihak, terkait perbedaan yang ada. Diskusikan secara terbuka melanggar ekspektasi, nilai, kebudayaan yang kalian anut agar satu sama asing lebih mengerti dan memahami. Diskusikan pula bagaimana kalian akan menghadapi reaksi keluarga, ” terang Tiara.
Selain berdiskusi dengan bagian, diskusikan juga dengan lingkungan terdekat dan keluarga. Gunanya adalah supaya Anda dan pasangan mampu menemukan solusi terbaik, jika memang ingin melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan. Memang tidak mudah dan besar kemungkinan terjadi pertentangan lantaran berbagai pihak. Tetapi Anda serupa tidak bisa terus menerus menyimpan hubungan ini bukan?

Jangan Bersikap Acuh Tidak Acuh

Jangan menghindari buah seputar perbedaan keyakinan dengan pasangan dan menunda-nunda mencari solusi. Seringkali kita suka berpikir, yang dijalani saat ini, kan masih zaman pacaran. Belum tentu juga menikah dengan dia. Nanti saja memikirkannya. Mau sampai kapan? Jangan berusaha lari dari kenyataan. Cepat ataupun lambat, perbedaan keyakinan tetap bisa menjadi masalah.

“Lebih baik pahit di awal. Di hal ini, Anda harus mengarungi konsekuensi dan tuntutan keluarga, sehingga arah hubungan menjadi lebih sahih dan bermasa depan dibandingkan menjalani hubungan tanpa arah. Ini mampu menjadi bom waktu yang bakal meledak sewaktu-waktu, ” ujar Tiara.
Akan lebih baik dibicarakan sedini mungkin. Ada beberapa opsi. Pertama, salah satu mengalah dan mengikuti keyakinan pasangannya. Konsekuensinya, Kamu bisa ditentang keluarga habis-habisan, bahkan dikucilkan. Maka pertimbangkan lagi matang-matang, apakah dia benar-benar pilihan Kamu, hingga rela berkorban sedemikian besarnya?

Kedua, memilih lestari berhubungan dan berkomitmen menjalani ijab kabul beda agama di masa ajaran. Jika ini pilihannya, maka Kamu perlu mempertimbangkan lebih jauh dengan jalan apa dengan keyakinan yang akan dianut anak-anak kelak? Pilihan ketiga, lebih baik mengakhiri hubungan sebelum berhijrah lebih jauh.

“Setiap keputusan memiliki konsekuensinya. Mungkin bertambah baik, jika salah satu mengalah dan mengikuti keyakinan pasangannya. Namun hal ini juga perlu dipikirkan baik-baik, karena artinya kita kudu siap melepas nilai yang selama ini diyakini dan menggantinya dengan nilai yang baru. Meski Anda dan pasangan termasuk orang dengan tidak religius, ini tetap mengandung karena masalah keyakinan bergantung di dalam pribadi masing-masing, tak boleh tersedia paksaan dari pihak manapun, ” tutup Tiara

Rekomendasi