Hukum untuk Penumpang Kereta Api Selama PSBB

Hukum untuk Penumpang Kereta Api Selama PSBB

Hukum untuk Penumpang Kereta Api Selama PSBB

TABLOIDBINTANG. COM – Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero memberikan regulasi khusus bagi para calon pengikut kereta api, baik Kereta Sinar jarak jauh maupun Kereta Elektrik Rel Listrik (KRL) atau Commuterline Jabodetabek,

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam memutus rantai penularan COVID-19.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, semasa PSBB, PT KAI memberlakukan petunjuk khusus bagi calon penumpang, sebagaimana sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 18 Tahun 2020, Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 Departemen Perhubungan dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Suruhan Percepatan Penanganan COVID-19.

“PT KAI sudah menjalankan protokol COVID-19 sesuai secara arahan Gugus Tugas, di mana di dalam stasiun sejak kehadiran itu kami sudah melakukan kurang hal, seperti sosialisasi kepada penumpang, petugas penyemprot disinfektan, dan penumpang wajib memakai masker, ” nyata Didiek dalam keterangan resmi pada Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (21/5).

Sebagai fakta, untuk perjalanan jarak jauh, PT KAI hanya mengoperasikan Kereta Asing Biasa (KLB) bagi calon penumpang kereta api jarak jauh.

Adapun KLB ini adalah kereta yang hanya dikhususkan untuk penumpang dengan keperluan perjalanan jawatan, pengusaha dan Warga Negara Nusantara (WNI) yang baru pulang ke Tanah Air dari luar negeri atau repatriasi. Dalam hal itu tentunya kriteria penumpang tersebut harus memiliki syarat sebelum naik andong.

Syarat yang perdana adalah dapat menunjukkan dokumen kunjungan meliputi surat keterangan sehat hasil rapid test/swab test resmi, tulisan tugas atau dinas resmi daripada instansi terkait atau perusahaan serta kartu identitas seperti KTP, SIM, Pasport, KK.

Jadi informasi, syarat tersebut harus sudah dimiliki sebelum membeli tiket kereta api yang selama PSBB cuma dilayani di counter resmi PT KAI di stasiun besar terbatas.

“Untuk KLB itu kita menutup penjualan (tiket) online, ” jelas Didiek.

Kemudian untuk KRL atau Commuterline, pihak PT KAI memberlakukan susunan protokol yang wajib ditaati bagi para calon penumpang seperti harus lolos uji temperatur tubuh melalaikan alat pengukur suhu tubuh sebab petugas di pintu masuk tumpuan

“Yang bersangkutan merembes stasiun harus memakai masker & kita cek temperaturnya pakai instrumen. Kalau yang bersangkutan suhunya luhur 38 atau di atasnya, itu akan ada penanganan di ruang isolasi stasiun, ” jelas Didiek.

Kemudian calon pengikut KRL wajib memakai masker, melestarikan jarak sesuai yang dianjurkan dengan tanda pada tiap gerbong, molek di kursi maupun berdiri. Mengenai selama PSBB, jumlah penumpang setiap gerbong KRL juga dibatasi maksimal hanya 60 orang.

“Apabila melebihi, maka petugas ana akan mengatur agar naik ke gerbong atau kereta selanjutnya, ” terang Didiek.

Selain itu, PT KAI juga menyampaikan pelayanan khusus sesuai protokol kesehatan tubuh untuk memastikan kenyamanan dan sterilisasi baik di dalam kereta maupun di tiap stasiun dengan menyerahkan fasilitas cuci tangan dengan bubuk, menjaga kebersihan dan menyemprot larutan disinfektan pada tiap gerbong & sarana prasarana yang lain secara berkala.

Selanjutnya pada tiap-tiap stasiun, PT KAI selalu menyiagakan petugas gabungan seolah-olah dari Gugus Tugas Pusat serta Daerah, Dinas Kesehatan, TNI serta Polri dan dari PT KAI untuk memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman bagi para calon penumpang.

Kendati PT KAI memberlakukan aturan sesuai protokol kesehatan, namun pihaknya tetap mencadangkan agar masyarakat dapat mematuhi peraturan PSBB dari pemerintah, sehingga penyebaran virus corona jenis baru sanggup dicegah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar memenuhi (anjuran) PSBB yang pertama Stay Safe di rumah. Kalau memang menetapkan bepergian, maka hanya yang sungguh-sungguh memerlukan atau harus bepergian, namun demikian tolong dilengkapi dengan sertifikat yang lengkap. Kami siap menolong perjalanan bagi teman-teman yang bekerja, menjalankan bisnis, bagi tenaga kesehatan dan bagi teman-teman yang melangsungkan repatriasi perjalanan dari luar daerah yang bersangkutan, ” pungkas Didiek.

Covid19. go. id